Wednesday, June 8, 2016

Dahak Dan Lendir Di Paru-Paru Hilang Total Tak Berbekas Dengan Resep Alami Ini

iasanya Penyakit yang sering menyerang yakni pilek dan flu juga Batuk. Sakit itu cukup umum selama musim dingin. Buat obat dengan bahan alami ataupun herbal yang cocok di rumah dapat menghemat banyak daya dan biaya/cost kunjungan ke dokter. Yang Sering berlangsung saat setelah flu selesai, tetapi anda masih tetap saja batuk terus-menerus dan belum sembuh selama berminggu-minggu. Ini benar-benar menyebalkan.

Walaupun terdapat banyak obat-obatan yang menjanjikan untuk meredakan batuk, tak ada yang lebih baik daripada obat alami herbal buatan rumah yang efektif. Resep yang kami tawarkan di sini bertindak sebagai inhibitor batuk alami, dan itu lebih lebih efektif daripada mesti repot beli di toko obat/apotik. Di sisi lain positifnya, itu semua herbal alami!

Langkah Buat Sirup
Semua sebagian bahan itu di bawah ini demikian bermanfaat untuk singkirkan batuk. Jus lemon yang kaya kandungan vitamin C, madu yakni antiseptik yang ku4t dan inhibitor batuk alami, jahe mendukung sistem kekebalan tubuh Anda dan kurangi rasa sakit dan mual, dan cengkeh dengan ciri-ciri antibakterinya dan dapat kurangi l3ndir.

Campur bahan itu dalam panci kecil, dan didihkan hingga jadi kent4l, lalu menggunakan pipping bag teteskan diatas loyang yang telah dilapisi kertas baking/roti. Biarkanlah menger4s jadi permen.

Bahan :
  • Air perasan Jeruk Lemon segar
  • Madu organik
  • Air
  • Sedikit gula,
  • ½ sdt jahe bubuk
  • ¼ sdt cengkeh.

Sekian info ini semoga berguna dan bermanfaat untuk anda silahkan di sharing ke teman-teman yang lain.
menghilangkan dahak dan lendir
Resep alami menghilangkan dahak dan lendir


sumber : trendkita
Read More

Bertahan Hidup Hingga 256 Tahun, Apa Rahasia Panjang Umurnya?

Untuk jaman seperti sekarang ini, yang Anda tahu paling lama berapa tahun seseorang dapat bertahan hidup? Ya, paling hebat manusia sekarang hanya mampu bertahan hidup antara 70-80 tahun. Jika Anda bisa menemui mereka yang bisa hidup hingga 100 tahun mungkin bisa dihitung dengan jari. Ditambah dengan polusi, tingkat stress, hingga makanan yang tak sehat di era makanan cepat saji seperti sekarang.

Padahal seperti yang Anda ketahui jika apapun yang masuk ke dalam tubuh Anda berperan penting untuk memberikan Anda kesehatan yang baik atau sebaliknya. Untuk yang suka makan sembarangan dan minum beragam minuman beralkohol akan lebih mempercepat datangnya penyakit dan alhasil umur juga jauh lebih pendek.

Tapi percayakah Anda jika ada seorang pria yang mampu bertahan hidup hingga 2 abad 56 tahun? Ya, kakek super renta bernama Li Ching-Yuen yang menurut dalam Times di New York tahun 1930, Wu Chung-Chieh, seorang profesor dari Universitas Chengdu, menemukan catatan pemerintah Cina.

Terdapat sebanyak 1.827 ucapan selamat kepada Li Ching-Yuen di hari ulang tahunnya yang ke-150 nya. Berikutnya ada ucapan selamat kepadanya di hari ulangnya yang ke-200 pada tahun 1877. Pada tahun 1928, seorang koresponden New York Times menulis bahwa, banyak dari orang-orang tua di lingkungan Li menegaskan bahwa, kakek mereka tahu tentang kehidupan Li hingga berumur panjang.
Li diketahui telah mempelajari dunia herbalis sejak berusia 10 tahun. Hal itu terus berlangsung selama hampir 40 tahun, Li gemar mengonsumsi herbal seperti lingzhi, goji berry, ginseng liar, pegagan dan anggur beras. Pada tahun 1749, ketika ia berusia 71 tahun ia menjadi guru bela diri untuk tentara Cina. Sosoknya pada sat itu ternyata sangat disegani oleh masyarakat, bahkan ia telah menikah sebanyak 23 kali dan telah dikarunia lebih dari 200 anak.

Saat orang-orang penasaran dengan rahasia panjang umurnya, Li yang lahir pada tahun 1677 dan meninggal pada tahun 1933 ini menjawab, "Jaga hati agar tenang, duduk seperti kura-kura, berjalan lincah seperti merpati dan tidur seperti anjing." Ini adalah kata-kata nasihat dari Li yang diberikan kepada Wu Pei-Fu, panglima perang, untuk mempelajari rahasia kehidupannya yang sangat panjang. 

Apa rahasia panjang umurnya?
Bertahan Hidup Hingga 256 Tahun

Read More

Cerita Citra Chasanah Teknisi Pesawat Cantik di Indonesia

Memasuki bulan suci Ramadan, siapa dari Anda yang merayakannya yang tak ingin bisa berkumpul bersama dengan keluarga untuk dapat melakukan sahur hingga berbuka puasa bersama? Namun sepertinya hal ini tak bisa dirasakan oleh wanita cantik bernama Citra Chasanah yang berprofesi sebagai teknisi pesawat di PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia.

Karena tuntutan tugasnya sebagai teknisi pesawat membuatnya seringkali berpindah-pindah daerah untuk melakukan perawatan terhadap mesin pesawat milik Garuda Indonesia Airlines, hal ini yang juga membuatnya jauh dari keluarga.

"Ya sekali kerja bisa dua bulan bahkan lebih. Ramadan kemarin juga aku enggak di rumah. Sedih banget kalau lagi jauh, apalagi saya family oriented. Memang jarang keluar rumah," terangnya dilansir dari Merdeka.

Tak hanya ketika berpuasa, saat hari raya Idul Fitri tiba ia juga tak sempat untuk bersilahturahmi dengan keluarga. "Tahun lalu aku lebaran juga enggak di rumah, tapi di kampung orang. Untungnya banyak teman-teman yang bisa menjadi keluarga juga saat jauh dari rumah," terangnya.

Kesedihan wanita cantik ini selain selalu jauh dari keluarga, ia juga harus menjalani Ramadan tahun ini tanpa sang ayah, karena belum lama ini ia ditinggalkan oleh sang ayah yang dicintainya karena sakit. Citra berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik dan berdoa untuk sang adik paling kecil agar dapat mewujudkan cita-cita kedua orangtuanya untuk menjadi seorang dokter.

"Aku bersyukur dalam profesiku saat ini yang buat kedua orangtua bangga. Tapi, aku ingin adikku yang paling kecil bisa menjadi seorang dokter, seperti yang diinginkan kedua orangtua. Dengan begitu, dia juga nantinya bisa merawat ibu saat aku dan kakak lagi dinas jauh, karena kakak aku juga seorang pilot," pungkasnya.

Teknisi Pesawat Cantik di Indonesia
Cerita Citra Chasanah Teknisi Pesawat Cantik di Indonesia 

Read More

Tuesday, June 7, 2016

Cerita Menteri Susi saat Jokowi 'Tertipu' Ulahnya


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti rupanya pernah membuat Presiden Jokowi ‘tertipu’ dengan ulahnya kala mereka melakukan kunjungan kerja ke pantai Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tahun lalu.

Seperti dilansir Antara, Minggu (5/6), Susi menceritakan hal itu secara tak sengaja ketika diundang sebagai pembicara dalam seminar ‘Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN’ di Universitas Negeri Jakarta, empat hari lalu.

Susi –yang tak lulus Sekolah Menengah Atas– berbicara bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo di hadapan para calon doktor.

Laksdya Widodo lah yang pertama kali menyinggung soal kisah kunjungan pemerintah ke Waingapu sekitar awal April 2015. Kala itu, menurut Widodo, Susi melakukan tindakan “di luar batas normal.”

Susi dan Jokowi, pada kunjungan ke pantai Waingapu itu, diagendakan memanen rumput laut. Namun Susi membuat orang kaget saat ia tiba-tiba menceburkan diri ke laut, lalu berenang sembari memanen rumput laut.

Mendengar ucapan Widodo, Susi tertawa. Ia lantas bercerita, tujuannya terjun ke laut sama sekali jauh dari dugaan orang, termasuk sang Presiden.

“Pak Presiden memuji, ‘Wah, menteri saya hebat.’ Tapi saya sama Pak Presiden enggak bisa bohong. Saya bilang, ‘Pak, sebetulnya saya pipis. Saya ke sana bukan mau panen rumput laut,’” ujar Susi, tergelak.

Maklum, kata Susi, di pantai Waingapu sama sekali tak ada toilet umum, sedangkan ia sudah tak tahan lagi ingin buang air kecil.

“Ibu Susi ini tidak normatif. Kalau dia ada pada suatu keadaan yang mendesak, kepepet, dia akan melakukan apa yang tidak orang lain lakukan,” kata Widodo.
Luasnya laut Indonesia, kata Susi, bahkan membuat nusantara tak cukup dijaga oleh 134 kapal perang TNI AL.Susi berharap apa yang ia kerjakan selama menjadi menteri, dapat bermanfaat dan dilanjutkan ke depannya. Sebab jabatan hanya sementara, sedangkan menjaga kekayaan laut yang menjadi masa depan bangsa Indonesia mesti dilakukan seterusnya. 

“Jabatan menteri hanya sementara, tidak selamanya. It's very political. Apa yang sudah saya tinggalkan ini yang saya ingin jadi perhatian ke depannya,” ujar Susi.

Selaku mantan pengepul ikan di Pangandaran Jawa Barat, Susi sejak awal menjabat menteri tahu persis bahwa kekayaan laut Indonesia dirampok negara lain selama dua dekade terakhir. 

“Indonesia negara kepulauan dengan laut terpanjang kedua di dunia, tapi ekspor ikannya hanya nomor tiga di Asia Tenggara. Jumlah nelayan turun dari 1,6 juta jadi hanya 800 ribu. Itu hal yang sangat ironis,” kata Susi.

Itu pula yang membuat Susi berhati besi. Ia menembak dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, sehingga ada sekitar 176 kapal yang ditenggelamkan dalam rentang waktu satu setengah tahun terakhir. Pun 60 kapal lagi masih menunggu antrean untuk dikaramkan.

Susi menggandeng TNI Angkatan Laut, dan mengundang media tiap hendak menenggelamkan kapal pencuri ikan. Publikasi besar-besaran ia yakini ampuh untuk menimbulkan efek jera.

Susi cukup senang karena Presiden Jokowi bersedia mengubah kebijakan di sektor perikanan yang semula mengizinkan 100 persen investasi asing menjadi negatif investasi. 

“Merinding saya. Satu-satunya sumber daya alam yang tertutup bagi modal asing, orang asing, dan nelayan asing kini adalah perikanan tangkap,” ujar Susi.

Kepada para pencuri ikan, Susi berpesan singkat, “Silakan coba turunkan saya dari Menteri Kelautan Perikanan.” (Antara/agk)
Read More